Manusia
memang kadang tidak masuk akal. Lihat saja sesuatu yang seringkali
kontroversial justru disukai. Nah, hal itulah yang “secara tak sengaja” diusung
oleh seorang Thukul Riyanto alias Thukul Arwana. Lewat acara Empat Mata, saat
ini demam Thukul kian merajalela dari sudut kota hingga ke pelosok desa.
Kemarin
malam saat mau ronda, saya sedikit geleng-geleng kepala. Lha bagaimana tidak,
gardu ronda yang biasanya sepi nyenyet
malam itu begitu riuh dengan tawa. Maklum jam mulai ronda di kampung saya adalah
saat seru-serunya acara Empat Mata, dimana bapak-bapak, para pemuda, hingga
anak-anak dengan khusyuk berkumpul di
depan TV yang dipasang di gardu demi melihat acara ini. Benar-benar efek yang luar biasa dari sosok seorang Thukul.
Beberapa
waktu yang lalu sebuah surat kabar memberitakan hingga akhir kuartal pertama
2007, penjualan laptop naik hampir dua kali lipat. Bahkan sempat ada indikasi
banyak orang-orang dari pelosok, khusus datang ke toko-toko komputer untuk
menanyakan tentang laptop, tak jarang diantara mereka yang membeli. Apakah ini
efek domino dari peran Thukul lewat kata2nya: “kembali ke laptop”.
Lucunya,
anggota dewan yang terhormat pun tak mau kalah dengan Thukul dengan
menganggarkan dana untuk pembelian laptop (walau akhirnya rencana ini layu
sebelum berkembang). Siapa tahu saat rapat dewan, pimpinan dewan bisa menstop
banjir interupsi para anggotanya dengan kata2: ”kembali ke laptop”.
Yups,
lambat laun tapi pasti jamaah Thukul sudah terbentuk. Jam tidur pun rela diubah
demi menonton Thukul hingga larut malam. Hampir tiap orang hafal guyonan ndeso ala Thukul. Kata2: “tak
sobek-sobek”, “puas…puas…”, hingga “katrok” saat ini menjadi kalimat sakti
untuk mengundang tawa orang. Bahkan guyonan komunitas kopi pahit (komunitas
malam sabtu anak2 manajemen02) pun juga tak luput dari gaya guyonan ndeso ini.
Mungkin
secara tak sengaja (entah mengakui atau tidak) saya dan keluarga saya juga
termasuk dalam jamaah Thukul. Lantas bagaimana dengan anda? Mau ikut bergabung
dengan jamaah Thukul??? Namun yang pasti jamaah ini tidak ada hubungannya
dengan jaringan teroris Jamaah al Islamiyah_nya Noordin M Top