Archive for April, 2007

Selamat Hari Kartini

Friday, April 20th, 2007

Yups, cuma pingin ngucapin selamat hari Kartini. Semoga wanita Indonesia kian maju, ga "terjajah" luar dalam, bisa menjaga harga dirinya, dan tentu saja ga lupa akan kodratnya sebagai seorang perempuan. Semoga bangsa ini akan terus melahirkan Kartini-Kartini modern yang  smart, beretika, eling lan waspodo. Amin…

Dunia Ini Semu

Tuesday, April 17th, 2007

Kadang kita perlu belajar dari konsep gotong royong.
Bagaimana bekerjasama dengan oranglain, hidup rukun, bersikap ikhlas, dan
berkehidupan sosial masyarakat. Andai semua manusia ini baik, pasti apapun yang
dilakukan untuk menolong sesamanya akan dikerjakan dengan tulus. Persahabatan
akan begitu indah bila dilandasi dengan kejujuran dan tanpa pamrih.

Namun manusia memang dikarunia nafsu, yang seringkali tidak
pernah berada dalam satu visi demi kepentingan bersama. Terlalu bernafsi-nafsi,
demi kepentingan sendiri, demi mengenyangkan perut sendiri. Bahkan yang lebih ngenes,
seringkali manusia itu tidak pernah rukun. Kalalulah kelihatan rukun, itu
hanyalah semu. Mirip orang yang berjudi kartu. Kelihatan duduk bareng, guyon, pringas-pringis,
minum kopi, rokokan. Ttapi hatinya bergelora untuk bagaimana bisa melindas
lawan sampai gepeng seperti kerupuk dilindas truk. Kalau lawannya ludes
hartanya, justru menjadi hiburan yang paling mengasyikkan.

Yup, dunia ini memang kian semu. Saat manusia sudah mulai
lupa akan kodratnya sebagai makhluk sosial, sikap individualistis penuh pamrih
pun menjadi wajah setan di balik topeng ulama. Persaudaraan dan persahabatan
kian lama kian semu, hingga manusia pun hidup dengan rasa saling curiga dan
kian lupa daratan.

Kalau sudah begitu yang menjadi pertanyaan, lantas apa makna
kehidupan ini? Jangan-jangan benar kata filsuf Perancis, Albert Camus: semua
yang lalu itu tidak ada lagi, apa yang akan ada itu balum lagi ada, dan yang
ada sekarang tidaklah memuaskan. Jadi, semuanya absurd. Tak masuk akal!

Jamaah Thukul

Thursday, April 12th, 2007

Manusia
memang kadang tidak masuk akal. Lihat saja sesuatu yang seringkali
kontroversial justru disukai. Nah, hal itulah yang “secara tak sengaja” diusung
oleh seorang Thukul Riyanto alias Thukul Arwana. Lewat acara Empat Mata, saat
ini demam Thukul kian merajalela dari sudut kota hingga ke pelosok desa.

Kemarin
malam saat mau ronda, saya sedikit geleng-geleng kepala. Lha bagaimana tidak,
gardu ronda yang biasanya sepi nyenyet
malam itu begitu riuh dengan tawa. Maklum jam mulai ronda di kampung saya adalah
saat seru-serunya acara Empat Mata, dimana bapak-bapak, para pemuda, hingga
anak-anak dengan khusyuk berkumpul di
depan TV yang dipasang di gardu demi melihat acara ini. Benar-benar efek yang luar biasa dari sosok seorang Thukul.

Beberapa
waktu yang lalu sebuah surat kabar memberitakan hingga akhir kuartal pertama
2007, penjualan laptop naik hampir dua kali lipat. Bahkan sempat ada indikasi
banyak orang-orang dari pelosok, khusus datang ke toko-toko komputer untuk
menanyakan tentang laptop, tak jarang diantara mereka yang membeli. Apakah ini
efek domino dari peran Thukul lewat kata2nya: “kembali ke laptop”.

Lucunya,
anggota dewan yang terhormat pun tak mau kalah dengan Thukul dengan
menganggarkan dana untuk pembelian laptop (walau akhirnya rencana ini layu
sebelum berkembang). Siapa tahu saat rapat dewan, pimpinan dewan bisa menstop
banjir interupsi para anggotanya dengan kata2: ”kembali ke laptop”.

Yups,
lambat laun tapi pasti jamaah Thukul sudah terbentuk. Jam tidur pun rela diubah
demi menonton Thukul hingga larut malam. Hampir tiap orang hafal guyonan ndeso ala Thukul. Kata2: “tak
sobek-sobek”, “puas…puas…”, hingga “katrok” saat ini menjadi kalimat sakti
untuk mengundang tawa orang. Bahkan guyonan komunitas kopi pahit (komunitas
malam sabtu anak2 manajemen02) pun juga tak luput dari gaya guyonan ndeso ini.

Mungkin
secara tak sengaja (entah mengakui atau tidak) saya dan keluarga saya juga
termasuk dalam jamaah Thukul. Lantas bagaimana dengan anda? Mau ikut bergabung
dengan jamaah Thukul??? Namun yang pasti jamaah ini tidak ada hubungannya
dengan jaringan teroris Jamaah al Islamiyah_nya Noordin M Top :D

From Looser to Winner

Tuesday, April 10th, 2007

Bagi yang semalam nonton Liga Champions pasti akan mengamini judul diatas. Yups… dua tim dari tanah Robin Hood berhasil meraih kemenangan dramatis. Di leg pertama, Chelsea di kandang sendiri ditahan oleh Valencia. Sebuah hal yang bagi kubu Chelsea hampir sama dengan kekalahan karena Valencia mampu mencetak gol di kandang lawan. Bahkan hingga akhir babak pertama leg ke dua di kandang Valencia, Chelsea masih berperan sebagai looser karena kembali kebobolan oleh striker veteran Valencia, Fernando Morientes. Namun di babak kedua, arah angin mulai berubah. Gol dari Andriy Shevchenko dan gol injury time dari Michael Essien membuat Jose Mourinho berjingkrak sebagai winner.
Yang lebih luar biasa adalah perjuangan “Setan Merah” Manchester United. Pada pertandingan pertama di Olimpico Roma MU musti kalah 2-1 atas jagoan negeri Pizza, AS Roma. Bahkan MU harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain setelah gelandang andalan mereka, Paul Scholes, diganjar kartu merah. Mungkin bisa disebut waktu itu MU pulang ke Inggris sebagai looser. Namun semalam Old Trafford berpesta pora menyambut kemenangan besar MU 7-1 atas Roma yang membalikkan keadaan. Sir Alex Ferguson pun bersorak tiap menyambut gol Michaael Carrick dan Cristiano Ronaldo (masing-masing 2), Wyne Rooney, Alan Smith, dan Patrice Evra.
Yups… dua hal yang terjadi semalam pernah pula dialami tim sepak bola Manajemen FE UGM. Saya pernah mengalami saat-saat menjadi looser ketika berada di tim tersebut dimana di setiap pertandingan selalu mengalami kekalahan. Di pertandingan pertama, kekalahan menyakitkan sudah kami derita. Tak tanggung-tanggung, langsung 8-1. Begitu pula dalam pertandingan berikutnya, tim kami hampir selalu kalah.
Sebagian rekan-rekan nampaknya sudah mutung dengan keadaan tersebut sehingga mereka ogah lagi maen bola. Namun saya dan sebagian kecil rekan-rekan yang masih ingin bertahan karena kecintaan kami terhadap sepak bola (kaya Tsubasa wae). Akhirnya melalui proses latihan rutin nan panjang, kami berhasil menemukan beberapa talenta baru. Kami menyebut diri kami sebagai tim looser:-D. Terlalu hiperbolis, namun memang begitulah adanya. Tim sepakbola Manajemen FE UGM (terutama angkatan 2002) pada awalnya terdiri dari pria2 jomblo kesepian, pria2 yang sering ditolak wanita, pria2 yang diam-diam seneng sama seorang wanita tapi ga berani bilang karena bertepuk sebelah tangan, pria2 yang pernah disakiti oleh wanita, pria2 yang selalu gugup bahkan hampir pingsan tiap ketemu wanita idamannya, pria2 pedofilia sebagai pelarian, pria2 pengagum wanita namun tak mampu menggapainya, pria2… cukup-cukup… nampaknya ke-looser-an tim Manajemen 2002 tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Belum lagi tiap latihan di Stadion Klebengan, kita selalu menjadi lumbung gol tim lawan yang kebetulan juga ikut latihan. Yeah… lengkap sudah penderitaan kita (sambil menangis darah).
Namun Tuhan memang Mahaadil. Akhirnya kemenangan yang dinanti-nanti datang jua. Bahkan Manajemen FE UGM berhasil menjadi yang terbaik di jagad FE UGM di ajang Econolimpic 2005. Kemenangan ini berhasil menghapus dahaga kami akan wanita… ups… maksudnya akan gelar.
Ini adalah buah kerja keras dan kerja sama tim yang tak kenal lelah terus latihan dan latihan, meski berpredikat looser. Walau pasca kemenangan tersebut akhirnya satu persatu rekan tim harus “gantung sepatu” karena lulus, namun beberapa personel masih setia latihan hingga kini. Hmmm… from looser to winner, terserah anda menyikapi fenomena ini. Namun yang pasti semua kesuksesan butuh proses dan kerja keras.

Tulisan ini saya buat sebelum berangkat latihan bola bersama para mantan looser.Yups sebuah kebersamaan yang menyenangkan:D Maaf kalau saya terlalu jujur mengungkapkan fakta derita dibalik tim Manajemn 2002. Hahaha…

Surat Seorang Gelandangan Kepada Ibunya

Sunday, April 8th, 2007

Ibu, maafkan aku
tak pergi sekolah
bukan aku tak mau
tapi semata-mata
karena tak ingin kehabisan waktu
untuk kita menyambung
hidup
untuk kita memelihara
mimpi
di sini, di
sudut-sudut kota ini

Ibu, jangan menangis
hanya karena melihat
anak-anak berseragam
berlarian sambil
melambai-lambaikan buku
anakmu di sini
sedang menyusun
kebanggaan
dari keringat dan air
mata
mari kita tulis hidup
dan nasib kita sendiri

Ibu, istirahatlah
doakan anakmu selamat
hari ini…

cita-cita gagal, lantas??

Monday, April 2nd, 2007

Setiap orang pasti memiliki cita-cita. Dulu aku punya cita-cita menjadi
dokter. Kenapa?? Karena bagiku tugas
seorang dokter adalah tugas yang paling mulia. Menyelamatkan jiwa-jiwa manusia
yang membutuhkan. Sayangnya jalur studi yang telah kutempuh sudah jauh
melenceng. Namun bukannya lantas aku berubah halauan. Keinginan memang tidak
tercapai, namun visiku untuk menjadi seorang yang berguna bagi orang lain tetap
ada.

Manusia itu seperti sebuah organisme yang terus tumbuh dan tumbuh. Oleh
karena itu setiap manusia harus tetap memegang kaidah modernisasi: almuhafadhah
ala qadimis-shalah wal ahdu bil jadid al-aslah,
mempertahankan lama yang
baik dan mengambil hal baru yang baik pula. Maksudnya kita tetap istiqomah
dengan apa yang telah kita lakukan. Namun seiring sejalan dengan akumulasi
proses yang kita tempuh selama menjalani kehidupan ini, kita harus dapat
mengambil sesuatu hal yang baik namun sesuai dengan visi kita. Jangan gampang
merubah visi saat melihat orang lain sukses dengan kehidupannya. Benchmark memang diperlukan, namun jangan
asal-asalan mengimitasi sesuatu secara frontal.

Selain itu, manusia sejatinya harus bisa diumpamakan dengan: matsalan
kalimatan thayyibatan kasajaratin ardhuha tasbit wa furfuha fis-sama’
.
Bagaikan pohon yang akarnya menghujam kuat ke bumi dan batangnya menjulang ke
langit. Maksudnya, memegang teguh nilai-nilai dasar sementara visi dan
cita-cita jauh ke depan dan tinggi. Itulah inti dari pencapaian sebuah
cita-cita. Meski secara nyata apa yang kita raih tidak sesuai dengan apa yang
kita cita-citakan, namun nilai fundamental dan visi jangan terlalu jauh
melenceng. Semoga kita selalu menjadi orang yang istiqomah. Amin…