Miskomunikasi kah??

Dalam lingkungan kerja, komunikasi menjadi sebuah hal yang begitu krusial. Apalagi apabila menyangkup scope pekerjaan antar bidang. Bila tidak ada komunikasi, bukan tidak mungkin hasil pekerjaan tidak akan maksimal. Bahkan bisa macet ditengah jalan. Kalau sudah begitu, yang terjadi adalah saling menyalahkan.
Yups… teori tentang pentingnya komunikasi yang pernah aku pelajari di bangku kuliah terutama saat mengambil mata kuliah Organizational Behavior dan Human Resource Management sering terpampang jelas di dunia kerja yang kuhadapi saat ini. Kebetulan program yang dipakai oleh PLN P3B JB adalah sebuah program terintegrasi antar bidang bernama SAP-ERP. Material Management dan Human Resource Management sebagai hulu data dimana transaksi tersebut harus diposting dari sisi vendor/customer, lantas kemudian data mentah tersebut "dilempar" ke Financial Management sebagai hilir untuk di posting tagihan dan posting bayar, dan nanti terakhir bidang akuntansi tinggal terima hasil matangnya untuk laporan keuangan.
Nah… dari alur proses bisnis ini sering terjadi miskomunikasi antar bidang. Hal itulah yang membuat posting dari hulu sering salah dan terkesan "ngawur". Bahkan seringkali terlambat. Hal ini yang membuat pihak hilir menjadi kebingungan menunggu posting yang tidak masuk-masuk atau bahkan menerima data posting yang tidak benar (bila dibandingkan dengan berkas dan kuitansi tagihan yang ada).
Baum lagi antar pihak hilir yaitu keuangan dan akuntansi. Kebingungan akibat miskomunikasi terjadi akibat saling tunggu konfirmasi posting tagihan maupun posting bayar. Apalagi sering terjadi "intervensi" dari pihak akuntansi dalam meakukan kliring tagihan dari MM maupun HRM sehingga pihak FM kesulitan dalam melakukan posting bayar.
Nah hal ini baru saja saya alami pagi ini. Hampir saja terjadi "bentrok" kepentingan antara keuangan (sebagai pemegang fungsi HRM) dengan pihak SDM (sebagai pemegang fungsi HRM). Miskomunikasi ini terjadi akibat intervensi dari pihak akuntansi dalam melakukan posting tagihan kesehatan untuk masuk ke vendor temporer. Proses ini memang berfungsi optimal dalam mengkliring mutasi yang masing ngambang di sisi akuntansi. Tapi karena tidak adanya komunikasi, hal ini membuat pihak keuangan yang akan menjurnal posting tagihan itu kebingungan, dan langsung menghubungi pihak SDM. Nah disitulah awal mula hampir saja terjadi adu kepentingan antar bidang yang sebenarnya tidak akan ketemu ujung pangkalnya.
Alhasil, yang terjadi adalah wasting time, saling menyalahkan, demotivasi kerja, hingga pertikaian antar individu. Huh, aku jadi bingung. Wis, kerja sing bener aja lah. Yang penting sesuai SOP dan jangan sampai overlap tanggung jawab… asal ga ngawur aja kerjanya.
Oke, back to work….

Leave a Reply