Rasanya Pegang Duit Banyak
Dalam sejarah hidupku, aku baru pegang uang paling banyak sekitar 4,5 juta rupiah. Waktu itu aku mengambil uang yang telah di setor ke UPN Veteran Jogja sebagai uang pangkal kuliah. Maklum sebelum aku diterima di UGM, namaku sempat terdaftar sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan UPN selama sekitar 2 bulan. Tetapi setelah pengumuman SPMB yang memampangkan namaku sebagai salah satu orang beruntung yang diterima di universitas negeri sebesar UGM, maka aku pun berhak mengambil uang pangkal tersebut. Yah, walau harus dikurangi 500 ribu perak dengan alasan sebagai biaya administrasi, tapi lumayan lah. Bagi keluargaku, uang sebesar itu sungguh sangat berarti untuk menyambung hidup keluarga…
Tapi hari ini, aku harus menenteng tas yang berisi uang cash sekitar 100 juta !!! Tepatnya Rp97.436.250,-. Tentu saja itu bukan uangku sendiri. Gila apa, baru kerja belum genap setahun sudah punya uang segitu (adanya sih justru terbelit hutang alias defisit). Yups, maklum… aku diserahi tanggung jawab besar untuk membayar biaya pologoro, pelepasan tanah, plus operasional dan saksi. Itu merupakan bagian dari pembebasan 9 tapak tower senilai hampir 1 M. Sebagian lainnya dibayar dalam bentuk cek.
Masya Allah, amanah ini memang berat. Uang ini benar2 uang panas. Bikin tangan gatel (maklum belum mandi…) Lagian, baru kali ini aku pegang uang begitu banyak. Beratnya saja hampir 1 kg. Rasanya….???? Tidak nyaman….
Aku pun berkesimpulan: Jadi orang kaya kadang tidak enak. Tidur tidak pernah tenang, hatipun selalu gelisah. Selalu khawatir kehilangan harta dan barang berharganya.
Kesimpulan lain: Lebih tidak enak lagi jadi orang miskin, pegang duit banyak, yang bukan punya sendiri. Rasanya lebih tragis dan nelangsa. Seperti aku hari ini…
KAPAN AKU KAYA YA…??? (pegang dagu sambil liat langit2 kantor)