Archive for May, 2008

Workaholic???

Tuesday, May 27th, 2008

Aku takut jadi workaholic…!!! Cuma itu saja

Nobody Knows?? Tak Masyalah..

Tuesday, May 20th, 2008

Hari ini, ayah-bunda bilang adalah ultahku..
Hanya segelintir ucapan selamat, tak masalah. Aku bukanlah orang yang gila perhatian..
Tanpa kado, tanpa pesta. Itu biasa..
Dalam kesendirian, jauh dari keluarga..
Tanpa ungkapan apapun? Tak masalah juga (ini baru kagol)
Hanya ada untaian doa dalam sujudku kepadaNya, semoga aku tetap tegar bertahan dari terjangan gelombang kehidupan..
Tetap lurus melangkah di terjalnya lika liku jalan kehidupan..
Dan tercapainya asa, cita, dan cinta dalam kehidupan..
Selamat ulang tahun Fan..
Tak lupa, terima kasih Bunda atas perjuanganmu 24 tahun hingga sekarang..

Acara Favoritku Dirampas Thomas Cup

Sunday, May 18th, 2008

Huh.. Dari hari Jumat, saat akhir pekan tiba yang aku tunggu-tunggu, aku telah berencana untuk menonton dua acara TV favoritku hari Minggu malam. Apalagi kalau bukan siaran langsung GP I Perancis di sirkuit Le Mans dan Liga Italia Seri A antara AC Milan vs Udinese di stadion Giuseppe Meazza.
Padahal final Piala Thomas kali ini tidak mengikut sertakan Indonesia. Tentu saja, karena Jumat malam kemarin tim Thomas Indonesia telah kandas di tangan Korsel. Aku benar-benar tidak habis pikir, TransTV dan Trans7 menyiarkan secara bersamaan. Final bulutangkis inilah yang mengorbankan dua acara favoritku yang seharusnya tayang di Trans7. Kenapa harus Trans dua-duanya, tidak salah satu saja?? Aneh.. Benar-benar aneh.
Kesimpulan: ini hanya ungkapan kagolku saja.
Kesimpulan lain: mungkin aku tak akan sekecewa ini andai salah satu yang bertanding di final adalah tim Thomas Indonesia. Tapi namanya kagol ya tetap kagol.

Jalur Selatan Belum Gol Juga

Wednesday, May 14th, 2008

Tadi baru saja pembayaran tanah tapak tower SUTT 150 KV Kudus-Jekulo. Rencana sebenarnya, pembayaran ini adalah pembayaran terakhir. Jadi jika rencana berjalan mulus, maka tapak tower sepanjang Kudus hingga Rembang sudah seluruhny terbayar.
Namun rencana memang tinggal rencana. Dua tapak tower masih bermasalah dalam urusan sertifikat. Sungguh diluar dugaan. Sayangnya, hal ini justru gagal diantisipasi oleh tim tanah.
Besok, Sukoharjo menunggu. Dan tampaknya di jalur selatan masih menyimpan seribu satu masalah. Pekerjaan rumah buat tim tanah. Kapan ya tower-tower bertegangan ekstra tinggi ini segera berdiri dengan gagah?

Ugh…

Wednesday, May 7th, 2008

Kenapa perasaan ini datang lagi…?? Kesepian, jenuh, sebal, gelisah, & capek. Tampaknya aku butuh refreshing. Semoga kepulanganku minggu depan mampu man_charge kembali gelembung-gelembung kelabu dalam otakku.

Yang saat ini mungkin aku merasa sedang kehabisan batere, atau bahkan impoten akan ide. Semoga ada bingkisan indah di akhir pekan depan. Apa itu??? MU juara Premiership, Milan menang besar atas Napoli, dan yang paling penting: senyum Ayah dan Bunda yang menghiasi Sabtu dan Minggu pagiku…

Milan 2 - 1 Inter

Monday, May 5th, 2008

Bahagianya. Tidur jadi nyenyak. Gol Inzaghi & Kaka bikin ayem hati ini. Meski posisi Milan masih naik turun, tapi yang penting… Milan menang di derby della madonnina. Selamat buat para milanisti, termasuk aku… Hyak, hyak, hyak…

Kesimpulan: berharap Milan menang lawan Napoli & Udinese di pertandingan selanjutnya.

Kesimpulan lain: lanjutin lembur lagiiiiii….

Selamat Hari Buruh

Thursday, May 1st, 2008

Yoah.. Ironisme nasib buruh di Indonesia masih berlangsung. Eksploitasi tenaga (dan pikiran tentunya) masih sering dijumpai dengan tidak meng_include_kan perbaikan nasib, upah, serta kesejahteraan. Sebagian besar buruh (terutama buruh kontrak) tak jelas nasib dan masa depannya.
Industrialisasi di Indonesia membuat sebagian masyarakat bangsa ini beralih profesi. Kawasan-kawasan industri dibangun, orang-orang desa pun berbondong-bondong mencari nafkah disana. Iming-iming status sebagai buruh upahan, tampaknya lebih menarik daripada profesi nenek moyang, petani. Pacul dan caping pun ditinggalkan, tanah-tanah sawah mulai kehilangan sentuhan tangan-tangan muda pewarisnya.
Dengan bekal ketrampilan seadanya, tentu upah yang diterima juga seadanya. Dengan sistem kontrak, secara sepihak mereka rawan PHK. Tak jarang pula upah serta pesangon tak diberikan. Itulah kejamnya industrialisasi.
Saya hidup di kawasan industri. Ada pabrik roti, garmen, minuman, tekstil, tahu, hingga rokok. Saya pun tinggal satu kos bersama para buruh pabrik-pabrik tersebut. Dan tiap hari, silih berganti orang-orang baru bermunculan mengadu nasib sebagai buruh di pabrik.
Saya juga merasa diri ini berprofesi sebagai buruh. Hanya nasib lebih baik. Upah tak pernah telat, kesejahteraan terjamin, dan masa depan lumayan jelas. Melihat rekan-rekan buruh yang lain, hati kian miris. Banyak cerita haru keluar dari mulut mereka. Telingaku aku sediakan sebagai tempat curahan perasaan, dan hatiku aku bagi untuk ikut menanggung berbagai permasalahan mereka.
Undescription, itulah ungkapan yang bisa aku katakan. Terlalu banyak persoalan, terlalu komplek problematika, terlalu sering penghianatan, dan terlalu perih kehidupan rekan-rekanku para buruh. Tapi aku yakin, dengan perjuangan kalian matahari tak akan pernah redup. Dan nyanyian-nyanyian alam akan terus mengumandangkan syair pujian untuk tiap tetes keringat, darah, dan air mata. Selamat hari buruh kawan…