Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
(sapardi djoko damono)
Hujan memang aneh. Juni seharusnya sudah menjelang kemarau. Tapi hujan tetap saja turun. Semoga kita bisa lebih bijak, tabah dan arif dalam menyikapinya.

One Response to “Hujan Bulan Juni”

  1. Agusta Says:

    put,aku duwe musikalisasi puisi itu…keren buanged..

Leave a Reply