May 5th, 2008 by putro-parker
Bahagianya. Tidur jadi nyenyak. Gol Inzaghi & Kaka bikin ayem hati ini. Meski posisi Milan masih naik turun, tapi yang penting… Milan menang di derby della madonnina. Selamat buat para milanisti, termasuk aku… Hyak, hyak, hyak…
Kesimpulan: berharap Milan menang lawan Napoli & Udinese di pertandingan selanjutnya.
Kesimpulan lain: lanjutin lembur lagiiiiii….
Posted in Uncategorized | No Comments »
May 1st, 2008 by putro-parker
Yoah.. Ironisme nasib buruh di Indonesia masih berlangsung. Eksploitasi tenaga (dan pikiran tentunya) masih sering dijumpai dengan tidak meng_include_kan perbaikan nasib, upah, serta kesejahteraan. Sebagian besar buruh (terutama buruh kontrak) tak jelas nasib dan masa depannya.
Industrialisasi di Indonesia membuat sebagian masyarakat bangsa ini beralih profesi. Kawasan-kawasan industri dibangun, orang-orang desa pun berbondong-bondong mencari nafkah disana. Iming-iming status sebagai buruh upahan, tampaknya lebih menarik daripada profesi nenek moyang, petani. Pacul dan caping pun ditinggalkan, tanah-tanah sawah mulai kehilangan sentuhan tangan-tangan muda pewarisnya.
Dengan bekal ketrampilan seadanya, tentu upah yang diterima juga seadanya. Dengan sistem kontrak, secara sepihak mereka rawan PHK. Tak jarang pula upah serta pesangon tak diberikan. Itulah kejamnya industrialisasi.
Saya hidup di kawasan industri. Ada pabrik roti, garmen, minuman, tekstil, tahu, hingga rokok. Saya pun tinggal satu kos bersama para buruh pabrik-pabrik tersebut. Dan tiap hari, silih berganti orang-orang baru bermunculan mengadu nasib sebagai buruh di pabrik.
Saya juga merasa diri ini berprofesi sebagai buruh. Hanya nasib lebih baik. Upah tak pernah telat, kesejahteraan terjamin, dan masa depan lumayan jelas. Melihat rekan-rekan buruh yang lain, hati kian miris. Banyak cerita haru keluar dari mulut mereka. Telingaku aku sediakan sebagai tempat curahan perasaan, dan hatiku aku bagi untuk ikut menanggung berbagai permasalahan mereka.
Undescription, itulah ungkapan yang bisa aku katakan. Terlalu banyak persoalan, terlalu komplek problematika, terlalu sering penghianatan, dan terlalu perih kehidupan rekan-rekanku para buruh. Tapi aku yakin, dengan perjuangan kalian matahari tak akan pernah redup. Dan nyanyian-nyanyian alam akan terus mengumandangkan syair pujian untuk tiap tetes keringat, darah, dan air mata. Selamat hari buruh kawan…
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 29th, 2008 by putro-parker
D = Desentralisasi
E = Efisiensi
K = Komunikasi
I = Identifikasi
Mampukah PLN melakukan ini??? Tunggu saja tanggal mainnya…
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 24th, 2008 by putro-parker
Berbicara masalah suap memang tak ada habisnya. Dari suap kelas teri, kelas kakap, hingga kelas hiu (bahkan ada suap yang dilakukan oleh “hiunya hiu”). Dan rasanya kita sebagai masyarakat pun sudah biasa memberi uang pelicin untuk proses pembuatan KTP, SIM, SKCK, hingga sertifikasi tanah. Dan ironisnya, banyak oknum aparat pemerintahan yang tidak malu meminta uang lelah atas segala hal untuk memperlancar sebuah proses, pengurusan surat-surat penting, hingga pelolosan atas permohonan tertentu. Anda tahu sendiri lah..
Suap (bribe) pun sudah membudaya. PLN, sebuah instansi besar dibidang energi listrik, tak pernah lepas dari mafia ini. Tanggung jawab besar yang diberikan pemerintah kepada PLN dalam membangun jaringan transmisi (dalam hal ini adalah SUTET), membuat PLN harus berhadapan dengan instansi terkecil yang sarat suap. Tak jarang oknum aparat kelurahan dan kecamatan menyodorkan tarif tertentu dengan dalih “biaya administrasi” dengan jumlah yang sering tidak masuk akal. Apabila tidak dituruti, PLN siap-siap harus mereposisi tower-towernya, atau bahkan membelokkan jalur transmisinya.
Bila tanah sudah dibebaskan, PLN harus berhadapan dengan mafia-mafia suap di BPN dalam pengurusan pen_split_an tanah dan sertifikasi.
Dan kembali, lubang yang sama harus dimasuki oleh PLN dalam masa tender proyek pembangunan jaringan SUTT/TET.
Uang lagi-lagi menjadi aktor utama. Dan budak-budak uang pun kian menghalalkan segala cara untuk mencari “amplop putih”. Dan budaya malu dan moralitas kian terkikis oleh budaya suap. Ironis..
Kesimpulan: cukup jelas
Kesimpulan lain: kian malas berurusan dengan birokrasi sarat suap.
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 21st, 2008 by putro-parker
Perjalanan panjangku dari Yogyakarta menuju kota Ungaran sejauh 100 km pagi tadi, memberikan kesan yang cukup mendalam. Memang, hampir tiap satu minggu sekali aku melakukan perjalanan ini. Berangkat dari terminal Jombor pukul 5 pagi, baru sampai Ungaran pukul 07.15. Dan sepanjang perjalanan aku pun lebih sering tak sadarkan diri karena rasa kantuk yang amat sangat setiap melakukan perjalanan pagi tersebut. Hanya tiba2 saja aku sudah dibangunkan oleh pak kernet (yang memang sudah tahu kebiasaanku ini) bila bus sudah hampir tiba di tujuanku, GITET Ungaran.
Namun pagi tadi, entah kenapa mataku sulit terpejam. Padahal semalam aku tidur larut malam setelah menonton film Dante’s Peak (untuk ke empat kalinya) dan menemani ibu nonton kuis yang tiba-tiba bisa membuat seseorang menjadi milyarder, Deal or No Deal (meskipun hingga kini tak ada yang mampu memenangkan Rp 2 M hadiah utama tersebut).
Yups, dari Terminal Jombor bus lumayan penuh. Hampir semua tempat duduk terisi. Tinggal menyisakan beberapa saja. Hingga melewati Tempel, serombongan ibu-ibu berseragam PNS naik bus tersebut. Beberapa diantara mereka berdiri. Aku tawarkan tempat dudukku untuk salah satu diantara mereka. Maklum, aku hampir saja merasa bosan duduk. Sebagian besar waktuku tiap hari aku habiskan di tempat duduk serta di depan komputer. Aku mulai khawatir terkena penyakit ambeien dan mata minusku yang terus membesar.
Ibu-ibu tersebut sebagian besar turun di Muntilan. Sebagian lagi turun di Magelang. Tempat kerja nun jauh sudah biasa mereka tembuh setiap hari. Sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. Semoga karier mereka tak membuat suami dan anak-anak mereka tercampakkan dalam urusan sarapan pagi. Atau mungkin mereka sudah punya pembantu?? Akh, aku tak peduli…
Dari terminal Magelang, aku kembali bisa duduk. Kali ini posisiku terpojok disamping wanita muda (lumayan manis menurutku…) yang menggendong bayi yang mungkin usianya baru 6 bulanan, seusia keponakanku. Di sepanjang jalan Magelang - Secang, banyak penumpang yang naik. Tempat duduk pun telah habis. Namun penumpang tak henti-hentinya terus bertambah. Sebagian besar mereka wanita-wanita muda berseragam biru muda biru tua, terpaksa berdiri berdesak-desakkan. Setahuku, mereka para buruh kontrak di pabrik-pabrik sepanjang jalan besar Semarang-Jogja/Solo. Kasihan sekali. Andai posisiku tak terpojok, ingin sekali aku tawarkan lagi tempat dudukku untuk mereka. Yah, bagaimana lagi…?
Jalan yang berkelak kelok ditambah kecepatan bus yang lumayan kencang membuat penumpang yang berdiri terpental kesamping, kekanan, kedepan, dan kadang kebelakang. Tangan-tangan lemah mereka seringkali tak mampu menahan tubuh mereka sendiri. Wanita diciptakan sebagai makhluk yang tidak sekuat laki-laki. Tapi mereka hebat. Sembilan bulan membawa beban, kemudian menggendong selama hampir sekian tahun, hingga putra-putri mereka dewasa. Bisa disimpulkan bahwa mereka lebih kuat dari laki-laki…
Tiba-tiba bayi dalam gendongan wanita muda disampingku menangis keras. Guncangan-guncangan bus, pasti telah membangunkan tidur lelapnya. Sang ibu pun berusaha menenangkan si buah hatinya. Sayang, usahanya sia-sia. Akhirnya, dia tak punya pilihan. Dikeluarkan senjata pamungkasnya. Salah satu "penghasil air kehidupan" bagi manusia di dunia ini, dari sepasang yang dimilikinya pun ia relakan menjadi santapan sang bayi. Secara visual, santapan pula bagi semua penumpang bus. Termasuk aku…
Bujangan kesepian ini terpaksa menanggung perasaan salah tingkah nan hebat. Aku berusaha selalu mengalihkan perhatianku ke luar untuk menikmati pemadangan. Tapi tak jarang aku mencuri-curi pandang. Ah, dasar mata kadal. Tak mampu menahan diri untuk tidak melihat pemandangan yang sebenarnya begitu manusiawi.
Setelah melewati terminal Bawen, banyak para pegawai pabrik yang turun. Wanita-wanita berseragam biru itu akan memulai memeras keringat sebagai buruh kontrak di pabrik garmen, tekstil, minuman botol, roti, dan lain sebagainya. Dan menjelang sore, mereka pun pulang. Begitulah sehari-hari yang mereka lakukan, demi upah yang setiap waktu terus tergencet dengan tingginya harga kebutuhan pokok saat ini. Belum lagi bila mereka terlambat dibayar.
Dan tepat di depan pabrik roti Nissin, dimana GITET Ungaran berada, akupun turun. Sejenak aku hirup udara pagi yang sudah tercampur polusi. Hummm… kembali bau biskuit yang membuatku seringkali mual. Dan pagi itu akan dimulailah hari yang melelahkan bagi ku…
Selamat hari kartini buat wanita-wanita Indonesia….
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 16th, 2008 by putro-parker
Upacara bendera pagi tadi, direktur utama kami kmbali menegaskan pentingnya efisiensi di tubuh PLN. Dalam manajemen modern, efisiensi memang menjadi tujuan utama. Tapi entah, apakan PLN sudah mampu menerapkannya. Efisiensi sistem memang sudah berusaha diterapkan. Namun manusia-manusia yang menjalankan sistem itulah yang dirasa belum cukup efisien. Birokrasi masih menjadi halangan. Dan kadang-kadang external pressure menjadi barrier dalam penerapan sistem yang efisien.
Kesimpulan: sama dengan di atas.
Kesimpulan lain: kembali ke kesimpulan sebelumnya.
Back to work (inilah gambaran manusia yang tidak efisien: internetan di sela-sela kerja. Payah memang)
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 15th, 2008 by putro-parker
Siapa yang tidak butuh uang?? Jaman sekarang, semua kebutuhan hanya bisa dipenuhi dengan uang. Jaman nomaden sudah lewat, menyambung hidup dengan berburu dan meramu sudah bukan mata pencaharian utama. Manusia lebih suka jadi kuli daripada petani. Dari kuli bangunan, kuli tinta, hingga kuli berdasi..
Perubahan jaman turut merubah paradigma. Alat tukar bernama uang kian menjadi dewa. Dengan uang, orang pun punya kuasa. Sinerginya? Saat orang berkuasa, maka ia pun akan digelimangi uang..
Hari ini, intrik politik di level kecamatan berujung uang. Entah bagaimana pertanggung jawabanku kepadaNya di yaumul akhir nanti. Aku berada pada posisi “terjepit”, selayakny isi sandwich. Ditekan dari atas, disodok pula dari bawah.
Hari ini pula, aku terlibat dalam konspirasi tanah. Sesuai konsensus disitu, sesuatu yang salah akan dianggap benar bila semua orang menganggap sesuatu yang salah itu benar. Dan tentu saja, mereka akan tutup mulut untuk kebenaran yang sebenarny.
Ujung-ujungny?? ….. Yups, anda semua tahu. Bukan rahasia umum kan..
Kesimpulan: paling tidak enak pegang uang yang bukan milik kita (ugh, itu kesimpulan yg kemaren juga ya..)
Kesimpulan lain: jangan perhatikan tulisan orang kagol.
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 14th, 2008 by putro-parker
Dalam sejarah hidupku, aku baru pegang uang paling banyak sekitar 4,5 juta rupiah. Waktu itu aku mengambil uang yang telah di setor ke UPN Veteran Jogja sebagai uang pangkal kuliah. Maklum sebelum aku diterima di UGM, namaku sempat terdaftar sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan UPN selama sekitar 2 bulan. Tetapi setelah pengumuman SPMB yang memampangkan namaku sebagai salah satu orang beruntung yang diterima di universitas negeri sebesar UGM, maka aku pun berhak mengambil uang pangkal tersebut. Yah, walau harus dikurangi 500 ribu perak dengan alasan sebagai biaya administrasi, tapi lumayan lah. Bagi keluargaku, uang sebesar itu sungguh sangat berarti untuk menyambung hidup keluarga…
Tapi hari ini, aku harus menenteng tas yang berisi uang cash sekitar 100 juta !!! Tepatnya Rp97.436.250,-. Tentu saja itu bukan uangku sendiri. Gila apa, baru kerja belum genap setahun sudah punya uang segitu (adanya sih justru terbelit hutang alias defisit). Yups, maklum… aku diserahi tanggung jawab besar untuk membayar biaya pologoro, pelepasan tanah, plus operasional dan saksi. Itu merupakan bagian dari pembebasan 9 tapak tower senilai hampir 1 M. Sebagian lainnya dibayar dalam bentuk cek.
Masya Allah, amanah ini memang berat. Uang ini benar2 uang panas. Bikin tangan gatel (maklum belum mandi…) Lagian, baru kali ini aku pegang uang begitu banyak. Beratnya saja hampir 1 kg. Rasanya….???? Tidak nyaman….
Aku pun berkesimpulan: Jadi orang kaya kadang tidak enak. Tidur tidak pernah tenang, hatipun selalu gelisah. Selalu khawatir kehilangan harta dan barang berharganya.
Kesimpulan lain: Lebih tidak enak lagi jadi orang miskin, pegang duit banyak, yang bukan punya sendiri. Rasanya lebih tragis dan nelangsa. Seperti aku hari ini…
KAPAN AKU KAYA YA…??? (pegang dagu sambil liat langit2 kantor)
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 9th, 2008 by putro-parker
Dalam lingkungan kerja, komunikasi menjadi sebuah hal yang begitu krusial. Apalagi apabila menyangkup scope pekerjaan antar bidang. Bila tidak ada komunikasi, bukan tidak mungkin hasil pekerjaan tidak akan maksimal. Bahkan bisa macet ditengah jalan. Kalau sudah begitu, yang terjadi adalah saling menyalahkan.
Yups… teori tentang pentingnya komunikasi yang pernah aku pelajari di bangku kuliah terutama saat mengambil mata kuliah Organizational Behavior dan Human Resource Management sering terpampang jelas di dunia kerja yang kuhadapi saat ini. Kebetulan program yang dipakai oleh PLN P3B JB adalah sebuah program terintegrasi antar bidang bernama SAP-ERP. Material Management dan Human Resource Management sebagai hulu data dimana transaksi tersebut harus diposting dari sisi vendor/customer, lantas kemudian data mentah tersebut "dilempar" ke Financial Management sebagai hilir untuk di posting tagihan dan posting bayar, dan nanti terakhir bidang akuntansi tinggal terima hasil matangnya untuk laporan keuangan.
Nah… dari alur proses bisnis ini sering terjadi miskomunikasi antar bidang. Hal itulah yang membuat posting dari hulu sering salah dan terkesan "ngawur". Bahkan seringkali terlambat. Hal ini yang membuat pihak hilir menjadi kebingungan menunggu posting yang tidak masuk-masuk atau bahkan menerima data posting yang tidak benar (bila dibandingkan dengan berkas dan kuitansi tagihan yang ada).
Baum lagi antar pihak hilir yaitu keuangan dan akuntansi. Kebingungan akibat miskomunikasi terjadi akibat saling tunggu konfirmasi posting tagihan maupun posting bayar. Apalagi sering terjadi "intervensi" dari pihak akuntansi dalam meakukan kliring tagihan dari MM maupun HRM sehingga pihak FM kesulitan dalam melakukan posting bayar.
Nah hal ini baru saja saya alami pagi ini. Hampir saja terjadi "bentrok" kepentingan antara keuangan (sebagai pemegang fungsi HRM) dengan pihak SDM (sebagai pemegang fungsi HRM). Miskomunikasi ini terjadi akibat intervensi dari pihak akuntansi dalam melakukan posting tagihan kesehatan untuk masuk ke vendor temporer. Proses ini memang berfungsi optimal dalam mengkliring mutasi yang masing ngambang di sisi akuntansi. Tapi karena tidak adanya komunikasi, hal ini membuat pihak keuangan yang akan menjurnal posting tagihan itu kebingungan, dan langsung menghubungi pihak SDM. Nah disitulah awal mula hampir saja terjadi adu kepentingan antar bidang yang sebenarnya tidak akan ketemu ujung pangkalnya.
Alhasil, yang terjadi adalah wasting time, saling menyalahkan, demotivasi kerja, hingga pertikaian antar individu. Huh, aku jadi bingung. Wis, kerja sing bener aja lah. Yang penting sesuai SOP dan jangan sampai overlap tanggung jawab… asal ga ngawur aja kerjanya.
Oke, back to work….
Posted in Uncategorized | No Comments »
April 5th, 2008 by putro-parker
Mungkin para penggila bola memiliki pendapat yg beragam bila ditanya siapakah striker terhebat di dunia?? Sederet nama pasti muncul. Dari Henry, Villa, van Nistelrooy, Berbatov, Torres, Rooney, Ibra, Mutu, Klose, dll..
Tapi jangan lupakan satu nama. Siapa dia?? Yups.. Luca Toni. Para pemakai Bayern Munich di Winning Eleven pasti akan mengamini pernyataan ini. Ball keeping bagus, balance kuat, heading tajam, finishing akurat, tidak gampang mĂȘntal bila di body charge, dan berpostur ideal 193 cm/90 kg..
Yeah, hari ini Toni membuat 2 gol plus 1 assist. Membuat kawanku yg memakai Liverpool mencak-mencak. Itu baru Toni dalam keadaan standar. Belum kalau Toni merah stroberi. Yah, bisa2 setengah lusin gol ke gawang lawan. Membuat Winning Eleven menjadi ga menarik lagi buatku..
Posted in Uncategorized | No Comments »